Selasa, 29 April 2014

Klasifikasi Hewan Vertebrata dan Invertebrata


Hewan Vertebrata (Hewan bertulang belakang)

Struktur tulang belakang yang dimiliki oleh hewan vertebrata ini, memiliki ciri-ciri khas yang pada umumnya dimiliki oleh setiap speciesnya seperti berikut :
·         Bagian tubuh memiliki notokord, yang berguna sebagai kerangka yang berbentuk batangan keras tetapi lentur (dapat bergerak).
·         Letak notokord berada di antara saluran pencernaan dan tali saraf, yang berbentuk memanjang sampai mencapai sepanjang tubuh untuk  membentuk sumbu kerangka.
·         Memiliki tali saraf tunggal, dengan bentuk berlubang yang terletak pada dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
·         Hewan yang memiliki ekor dengan bentuk memanjang ke arah posterior kepada anus.
·         Memiliki celah faring.
Klasifikasi makhluk hidup yang merupakan jenis hewan vertebrata terbagi menjadi 5 kelas yang terdapat di muka bumi ini yaitu :
1. Pisces 
Pisces (ikan) merupakan klasifikasi hewan bertulang belakang yang memiliki habitat di air dengan sistem respirasi dengan insang. Seperti jenis biota laut, hewan pisces memiliki sirip yang berfungsi untuk pergerakan hewan pisces di dalam air, dengan dilengkapi gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Pisces termasuk kelompok hewan berdarah dingin (poikiloterm), yang berarti mampu menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungannya.
Pengelompokan jenis pisces ini berdasarkan tulangnya yaitu :
·         Ikan tulang rawan atau Chondrichthyes, contohnya : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
·         Ikan tulang keras atau Osteichthyes contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol, ikan hias
2. Amphibia
Berbeda dengan ikan air tawar, yang disebut hewan amphibia karena habitat hewan ini yang dapat hidup di 2 alam, yaitu darat dan air tapi tidak semua jenis Amphibia mampu hidup di dua tempat dalam hidupnya. Seperti jenis katak yaitu salamander dan caecilian ada yang hanya hidup di air atau di darat saja. Tapi pada umunya, tempat hidupnya secara keseluruhan berada dekat tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis.  Contoh : kodok, salamander, katak sawah
3. Reptelia
Reptil merupakan hewan vertebrata yang bergerak dengan cara melata. Memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin) yang berfungsi mencegah kekeringan. Species reptilia 3 ordo besar yaitu :
·         Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang)
·         Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik)
·         Crocodilia (bangsa buaya).
Pada jenis reptilia, pada bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).
4. Aves
Aves (unggas) merupakan jenis hewan bertulang belakang yang memiliki ciri khusus yaitu tubuh yang berbulu melindungi tubuh dan untuk membentuk sayap digunakan untuk terbang. Aves termasuk dalam omoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan). Contohnya : burung merpati, ayam, bebek
5. Mamalia
Klasifikasi vertebrata merupakan spesies hewan yang memiliki kelenjar susu (mammae) yang berada pada daerah perut atau dada untuk menyusui anaknya. Tubuh hewan mamalia tertutupi bulu yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan. Hewan mamalia dianggap memiliki bagian dan fungsi otak yang lebih berkembang dari pada jenis hewan vertebrata lainnya. Contohnya : orang utan, kuda, gajah


Hewan Invertebrata (Hewan Tidak Bertulang belakang)

Dalam klasifikasi hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) termasuk ke dalam hewan bersel satu (uniselullar) yang melakukan pemusatan aktivitas pada set tersebut, atau sel lebih dari satu ((multiselluler/metazoa) yang berarti sel dalam tubuhnya telah mengalami pembentukan jaringan untuk melakukan fungsi organ tubuh yang lebih kompleks.
Ciri ciri pada hewan avertebrata (invertebrata) bisa terlihat pada bagian susunan syaraf yang terletak di ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, kemudian pada umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton), lalu bagian otaknya tidak dilindungi oleh tengkorak. Klasifikasi hewan invertebrata yaitu :
1. Porifera
Porifera merupakan hewan yang memiliki lubang-lubang (berpori) yang merupakan sebuah filum pada hewan multiseluler yang paling sederhana. Pada bagian tubuh tersusun dari jaringan diploblastik ( dua lapisan jaringan ) dan memiliki lapisan luar oleh sel epidermis dan lapisan dalam tersusun atas sel sel leher (koanosit). Habitatnya berada di air tawar, dirawa, dilaut yang dangkal , air jernih dan tenang. Contoh hewannya Sycon, Clathrina, Euspongia, Spongia
2. Coelenterata
Jenis hewan avertebrata yang namanya, coelenteron = rongga bercirikan terdapat rongga – rongga pada tubuhnya. Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan yang memiliki sel penyengat. Sel penyengat ini terletak pada tentakel yang terdapat di disekitar mulutnya. Pada Coelenterata sudah membentuk jaringan dan koordinasi jaringan saraf yang sederhana. Jenis hewan ini contohnya pada hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.
3. Mollusca 
Jenis hewan invertebrata ini memiliki tubuh lunak tanpa segmen dan biasanya memiliki pelindung tubuh seperti berbentuk cangkang yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan terhadap musuhnya. Mollusca bisa hidup di air laut, air tawar dan di darat. Jenis hewan mollusca bisa ditemui pada kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.
4. Echinodermata
Jenis hewan echinonermata merupakan ciri binatang dengan kulit berduri yang banyak hidup pada wilayah perairan laut. Memiliki 5 jumlah lengan simetris radial yang sudah berkembang dengan baik. Termasuk memiliki daya regenerasi yang tinggi, dengan tubuh yang tersusun dengan zat kapur. Contoh hewannya seperti, Bintang laut, Landak laut, Bintang ular, lili laut dan teripang.
5. Platyhelminthes
Hewan platyhelminthes merupakan jenis hewan sejenis cacing pipih yang memiliki tubuh simetris bilateral tanpa sistem peredaran darah seperti pada fungsi jantung. Cacing pipih banyak yang termasuk dalam golongan parasit pada binatang atau manusia yang menimbulkan penyakit seperti, cacing getar : planaria.
6. Nemathelminthes
Masih termasuk dalam keluarga vermes (cacing), nemathelminthes atau cacing gilik merupakan hewan invertebrata yang memiliki bentuk tubuh simetris bilateral, yang memiliki saluran pencernaan yang cukup baik tapi tidak ada sistem peredaran darah. Contohnya : cacng kremi dan cacing tambang.
7. Annelida
Jenis cacing pada kelas annelida memiliki tubuh yang terdiri dari segmen-segmen yang dilengkapi berbagai sistem organ pada tubuh yang baik dan juga sistem peredaran darah tertutup. Jenis hewan ini termasuk pada, cacing tanah dan lintah dan termasuk hewan hermafrodit.
8. Arthropoda
Bentuk hewan dengan kaki beruas-ruas  yang memiliki sistem saraf tali dan organ tubuh yang telah berkembang dengan baik. Menggunakan sistem peredaran darah terbuka dan tubuhnya terbagi menjadi beberapa segmen-segmen. Contoh hewan invertebrata ini terbagi menjadi kelas serangga, udang – udangan, laba – laba dan lipan.


Mengubah Styrofoam dengan Biodegradasi Plastik


Kata Kunci: , , , 

Copy from Muhammad Ashadi pada 29-04-2014
figure2Bakteri ada di mana-mana, tanpa kita sadari bakteri memecah selulosa pada setiap kehidupannya, baik itu dalam hal fermentasi makanan ataupun memperbaiki nitrogen dalam tanah, di antara sejumlah kegiatan lainnya. Mengingat mereka di mana-mana dan  memiliki keanekaragaman fungsi, bioteknologi telah mencari penggunaan baru untuk berbagai jenis organisme mikroskopis, seperti mengkonsumsi tumpahan minyak atau bahkan menangkap gambar. Sekarang ahli biologi di University College Dublin di Irlandia telah menemukan bahwa keturunanPseudomonas putida dapat diperoleh dengan secukupnya dalam diet minyak styrene murni  (minyak bekas Styrofoam yang  dipanaskan) dan, dalam proses, pengubahan dari masalah lingkungan kepada yang lebih berguna, yaitu biodegradable plastik.
Kevin O’Connor dan kolega Eropanya mengubah polystyrene menjadi minyak melalui pirolisis (sebuah proses yang memanaskan plastik berbasis petroleum ke 520 derajat Celcius tanpa adanya oksigen). Hasilnya dalam chemical coakteil terdiri lebih dari 80 persen minyak styrene ditambah volume rendah toxicants lain. Para peneliti kemudian memberi makan minuman ini untuk Pseudomonas putida CA-3, keturunan special dari mikroba tanah pada umumnya, sepenuhnya berharap bahwa minyak harus dimurnikan lebih lanjut untuk memungkinkan pertumbuhan bakteri.
PolystyreneTetapi bakteri ini dikembang biakkan dengan pesat pada diet baru, mengubah 64 gram minyak styrene undistilled menjadi hampir 3 gram bakteri tambahan. Dalam proses, bakteri menyimpan 1,6 gram energi minyak styrene sebagai plastik biodegradable yang disebut polyhydroxyalkanoates, atau PHA. Plastik ini dapat bertahan hingga panas tetapi juga rusak lebih alami dalam lingkungan daripada produk-produk berbasis petroleum. Dengan demikian, meskipun proses biologi bertenaga menghasilkan beberapa produk sampingan yang beracun seperti toluena dan membutuhkan energi yang signifikan untuk mendorong pirolisis, bahan bakar itu berharap bahwa styrofoam (dan molekul plystyrene yang membuat itu) dapat menjadi lebih ramah lingkungan.
Hal ini akan menjadi kabar baik bagi AS, yang menghasilkan tiga juta ton polystyrene pada tahun 2000, menurut EPA, dan membuang 2,3 juta ton bahan, mengirim limbah untuk beristirahat selama tahun yang panjang di landfill. The PHA (polihidroksialkanoat) dari proses ini bisa diubah untuk digunakan lebih produktif itu sudah digunakan untuk membuat segalanya dari cabang-cabangnya untuk vitamin. Dan proses barangkali tidak hanya berguna untuk membersihkan beker yang dapat dijual. Karena pada umumnya penerapan pirolisis untuk mengkonversikan plastic menjadi minyak dan banyaknya mikroorganisme mampu mengakumulasi PHA dari banyaknya molekul-molekul permanen, prinsip dari proses yang diuraikan di sini dapat diterapkan untuk daur ulang limbah plastik petrokimia apapun,” klaim para ilmuwan di koran menyajikan temuan mereka dalam 1 April masalah Lingkungan Sains & Teknologi. Rupanya, mendaur ulang bakteri juga.
http://www.chem-is-try.org/tanya_pakar/mengapa-gelembung-sabun-berbentuk-bulat/